Perjalanan Jogja Indramayu

Beberapa hari kami tidak menengok blog ini. Blog sebelah apa lagi, udah berbulan-bulan lamanya tidak kami tengok 🙁 Mohon harap kemakluman sobat Adipanca, hampir semua blogger tidak terus menerus mampu memonitor dia punya blog, apa lagi tiap hari membuat satu artikel original. Rasanya memang hampir tidak mungkin, disamping terkendala kesibukan di luar dunia blogging, juga adanya faktor x1, x2, dan x seterusnya, yakni mood, inspirasi, rasa malas, koneksi, dan masalah lainnya. Jadi Adipanca mohon maaf lahir batin 🙂

Beberapa hari yang lalu kami memang super sibuk mengurus sebuah pesta sederhana (hajatan) atau biasa dikenal sebagai walimatul ursy pernikahan kami. Loh walimahan lagi? Iya, sebulan yang lalu kami walimahan di tempat istri (mertua saya) sedangkan kemarin kami walimahan di rumah orang tua saya. Sangat menyibukkan juga melelahkan. Dari mulai persiapan keberangkatan Jogja Indramayu sampai akhirnya kami kembali ke Yogyakarta selalu diikuti dengan tuntutan serba cepat, tepat, prima, dan siap siaga. Alhamdulilah semua lancar, aman, dan terkendali 🙂

Indahnya pernikahan

Perjalanan Jogja Indramayu kami tempuh melalui jalur darat, menggunakan bus. Saya tidak paham pak supir ambil rute mana?! Seingat saya baru kali itu saya melewati rute tersebut. Yang berhasil saya rekam dalam ingatan hanyalah jalan lengang dan tidak rata, dan jalan yang tidak rata ini yang membuat kami tidak nyaman, goncang kanan-goncang kiri sungguh membuat kami tidak nyaman. Tapi bagi saya masalah tersebut cukup ditinggal tidur saja 😀

Perjalanan yang kami tempuh kira-kira memakan waktu sekitar dua belas jam, kami berangkat pukul 4 sore dan sampai di Indramayu pukul 4 dini hari. Selama di perjalanan pun tergolong cukup lancar, tidak ada hambatan macam kehabisan solar seperti perjalanan saya sebelumnya (Indramayu-Jogja) yang harus mencari-cari pom bensin yang menyediakan solar. Waktu itu solar seperti barang langka. Fiuh, membuat kami harus berhenti hampir di setiap Pom Bensin untuk menanyakan “apakah solar ada?”

Bagaimana dengan macet? Karena kebanyakan perjalanan arah Jakarta yang melewati Pantura akan terhadang macet. Alhamdulilah, malam itu kami hanya menemukan macet di daerah Kandanghaur saja (daerah Indramayu) itupun karena adanya perbaikan salah satu sisi jalan, sehingga jalan yang mestinya satu arah dijadikan dua arah. Setelah melewati kandanghaur kemacetan terlepas sudah.

Alhamdulilah, pukul 4 dini hari kami sekeluarga sampai di tujuan. Ditemani hujan rintik-rintik kami harus keluar dari bus yang diparkir pak supir. Ya, karena rumah orang tua saya tepat di tengah-tengah sawah, bus sebesar itu tidak dapat masuk 🙁 Terpaksa kami dijemput menggunakan mobil bak terbuka sejenis Colt. Perjalanan melewati hamparan sawah yang luas pun kami lanjutkan sampai akhirnya benar-benar sampai di tujuan 😀

Begitulah perjalanan kami dari Jogja ke Indramayu. Semoga bisa memberikan manfaat juga bagi yang ingin mengadakan perjalanan Jogja Indramayu, terutama para pelajar Indramayu yang berada di Jogjakarta 😛 Lalu, apa saja yang saya dan istri lakukan di Indramayu? Istri saya mungkin lebih bisa bercerita secara apik, karena ini adalah pengalaman pertamanya di Indramayu 🙂

Jogja Indramayu

Peta di atas adalah rute Jogja Indramayu melewati jalur utara, sedangkan kami kemarin melewati jalur selatan melalui Purworejo, Kutoarjo, Kebumen, Banyumas, melewati daerah Brebes, lalu Cirebon, dan akhirnya Indramayu.

Leave a Reply