Hal Lain yang Harus Disiapkan Sebelum Menikah

yang Harus Disiapkan Sebelum Menikah

Setelah kemaren kita belajar bersama 4 hal dasar yang harus dipersiapkan sebelum (menentukan diri untuk) menikah, pada kesempatan ini saya akan membahas hal lain yang harus disiapkan sebelum menikah. Beberapa hal yang saya tulis ini masih berdasarkan pengalaman Adipanca ketika mempersiapkan pernikahan kami πŸ™‚

Setelah sebelumnya kita sudah mempersiapkan ilmu, fisik, financial, juga mental, lalu hal apa lagi yang harus disiapkan sebelum menikah?

Calon

Ya, ini adalah hal yang sangat penting, karena adanya calon mempelai/pasangan adalah salah satu dari rukun nikah. Gampangnya, jika kita tidak memiliki calon pendamping maka kita mau nikah dengan siapa? Oleh karenanya calon pendamping kita ini harus kita siapkan. Ada yang bilang bahwa jodoh itu di tangan Tuhan, that’s right! Tetapi ketika kita tidak jua meminta dan mengambilnya, maka akan terus di tangan Tuhan, lebih parah akan diminta/diambil orang lain.

Tiada salah kita berikhtiar untuk jodoh kita baik dengan cara memintakan untuk mencarikan kepada orang tua, guru ngaji, teman, ataupun secara mandiri. Dijodohkan? Why Not?! Banyak kasus perjodohan yang akhirnya langgeng, banyak pula yang gagal karena memilih sendiri. Jelasnya, selektif memilih jodoh. “Lihat” terlebih dahulu. Mungkin akan ada pembahasan lebih detil dari ini.

Komunikasi

Terkadang banyak tragedi pertengkaran dan gagal nikah hanya karena persiapan dalam hal komunikasi yang tidak baik. Padahal ini adalah hal penting jua. Ada 3 orang yang krusial untuk dikomunikasikan, yakni:

  1. dengan calon pasangan, ini tentu bagi yang sudah memiliki calon sendiri tapi penting juga bagi mereka yang “dijodohkan” apalagi memang “baru kenal”. Adapun komunikasi yang dilakukan menyangkut kesepahaman tentang pernikahan, rencana-rancana seperti memperkenalkan ke orang tua atau rencana khitbah/lamaran, penyesuaian-penyesuaian dalam rangka menikah dan setelah menikah, dan masalah-masalah yang sifatnya lebih detil seperti menentukan apa mas kawin/maharnya, undangan, penentuan hari H, dan lain-lain.
  2. dengan orang tua, menyangkut memperkenalkan calon, rencana lamaran, rencana pernikahan, dan lain-lain yang urusannya lebih detil. Kadan komunikasi ini yang sering gagal, kita gagal meyakinkan orang tua kita bahwa kita siap untuk menikah, kita gagal meyakinkan orang tua kita akan calon kita, atau kita gagal menolak calon yang disiapkan oleh orang tua, oleh karenanya komunikasi dengan orang tua harus dilakukan secara ahsan dan berhati-hati. Tidak menggurui dan terkesan menyepelekan.
  3. dengan calon mertua, hal yang sangat penting terutama bagi seorang laki-laki. Berani memperkenalkan diri dan berkomunikasi dengan baik adalah nilai plus hadiahnya. Salah satu marketing diri adalah mampu berkomunikasi dengan baik dengan calon mertua. Lebih dari itu, kita juga mampu mengkomunikasikan akan hal lamaran dan hal lainnya.

Khitbah/Meminang

Menyegerakan melakukan khitbah adalah hal baik. Baik untuk kita secara sosial karena tidak akan ada lagi opini-opini miring dan baik secara psikologis karena merasa aman dan tentram si dia sudah terhindar dari “rebutan” orang lain πŸ˜› Agama kita mengajarkan haram hukumnya melamar di atas lamaran sodara semuslim. Artinya jika kita sudah melamar gadis tersebut maka haram bagi sodara muslim untuk melamar gadis yang kita lamar tersebut.

β€œNabi Muhammad saw telah melarang sebagian kalian untuk berjual beli atas jual beli saudaranya. Dan janganlah seseorang meminang atas pinangan yang lain hingga peminang sebelumnya meninggalkannya, atau ia telah diijinkan peminang sebelumnya.” (HR. Bukhari: 4746)

Tentukan Hari

Setelah meminang kapan waktu yang tepat untuk segera menikah/ijab qobul? Jawabannya adalah segera πŸ™‚ Imam Syafi’i berpendapat bahwa waktu yang paling akhir atau batas maksimal adalah 3 bulan setelah lamaran. Pendapat ini didasarkan pada batas waktu untuk menyegerakan namun tetap memberikan waktu untuk kesiapan kedua mempelai mengadakan walimatul ursy. Setelah tiga bulan makan telah bebas seorang gadis dari lamaran pria tersebut. Wallohua’lam πŸ™‚

Mahar/Mas Kawin

Tentukan dan persiapkan mas kawin. Silahkan komunikasikan terlebih dahulu dengan pasangan, kira-kira mas kawin yang layak dan tidak membebani itu apa. Bisa juga komunikasikan dengan orang tua, siapa tahu dapat bantuan dana πŸ˜€

Segera Mendaftaran Diri ke KUA

Ya, segeralah mendaftarkan diri ke KUA agar pernikahan kita juga mendapat pengakuan dari Negara. Ini bisa menjadi bukti otentik bahwa kita sudah menikah sehingga secara hukum kita lebih terproteksi. Adapun tata caranya akan kami ulas di artikel yang lain πŸ™‚

Indahnya pernikahan

Leave a Reply