Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Menikah?

yang Harus Dipersiapkan Sebelum Menikah

Hal apa saja yang harus dipersiapkan sebelum menikah? Sebagian orang mengatakan nikah itu mudah, sebagian yang lain mengatakan nikah itu sulit. Ya, pengalaman saya pun demikian, nikah itu begitu mudah dan begitu sulit. Mudah karena nikah itu hanya butuh mentalitas tinggi untuk menghadapi penghulu selama kurang dari 2 menit. Sulit karena memang banyak hal yang harus kita persiapkan dan lakukan untuk menemani kemudahan tersebut. Kita sekarang belum membicarakan tanggung jawab, resiko, akibat, kewajiban yang muncul dari sebuah pernikahan, akan tetapi kita baru akan membicarakan pernikahan secara sederhana, yakni membuat keputuskan bahwa ya aku siap untuk menikah (ini dulu) 🙂

Pernikahan itu sederhana, bahkan banyak riwayat menyebutkan bahwa nikah itu tidak lah repot. Namun perlu dipahami bahwa kita memiliki orang tua, keluarga, tetangga, masyarakat, yang tentu itu semua kita memiliki budaya. Tiada salah kita mengikuti dan melestarikan budaya leluhur selama budaya itu tidak membuat kita tersalah dalam hal agama. Terlebih adanya sunnah mengadakan Walimatul Ursy menjadikan kita menginginkan ini dan itu dalam prosesinya.

Lalu apa yang harus dipersiapkan sebelum menikah? Adipanca mencoba berbagi pengalaman kami tentang menyiapkan berbagai macam hal sebelum menikah. Ingat ini proses jauh-jauh hari sebelum menikah, bahkan sebelum memutuskan untuk menikah.

Hal pertama adalah Ilmu. Kita semua faham bahwa ilmu adalah landasan dari segala sesuatu, segala perbuatan, segala tindakan manusia. Menikah pun demikian, karena pengetahuan akan menikah dan berumah tangga adalah mutlak. Memang benar, banyak orang tua kita dulu mengatakan “lakukanlah maka engkau akan belajar”, namun tiada tersalah ketika kita belajar lalu melakukan tindakan sembari terus belajar. Artinya kita belajar ilmu tentang pernikahan sebelum menikah sebagai bahan informasi dan teori, sedangkan ketika kita sudah menikah maka anggaplah itu kuliah praktik yang menuju pada proses implementasi teori-teori.

Oleh karenanya, tidaklah salah bagi kita sebelum menikah aktif mengikuti kajian-kajian, seminar-seminar, pelatihan-pelatihan tentang pernikahan, membaca buku, bertanya kepada ayah bunda, sodara yang sudah menikah, dan mengamati kehidupan rumah tangga lain untuk tujuan pembelajaran. Hal yang baik kita ambil, hal yang buru janganlah di tiru.

Kedua adalah Fisik. Fisik ini menyangkut daya tahan tubuh, kekuatan, dan juga penampilan. Jangan anggap remeh hal ini. Terkadang calon kita dan calon mertua kita menilai kita dari penampilan terlebih dahulu, layak kah kita untuk menikahi anak-nya? Kedua adalah daya tahan dan kekuatan. Perlu digaris bawahi bahwa sebelum dan setelah akad nikah banyak hal yang perlu dikerjakan, menyiapkan ini itu yang tentu menguras tenaga. Terlebih bagi yang mengadakan upacara yang besar namun tidak memakai wedding organizer. Melelahkan. Jangan sampai pas hari H atau menjelang malam pertama kita malah KO. Memilukan.

Tiada tersalah untuk selalu menjaga kebugaran tubuh dengan selalu makan-makanan yang baik serta berolah raga. Menjaga penampilan dengan berusaha tampil rapih dari ujung kepala hingga kaki. Melakukan sunah rosul dengan memotong kumis, merapihkan jenggot, rambut kemaluan, mencabut bulu hidung dan ketiak, memotong kuku, serta memakai wewangian.

Hal ketiga yang harus kita persiapkan adalah Financial. Memang benar uang bukan segala-galanya, namun bukan berarti menyiapkan uang adalah terhina dan tidak penting, karena memang ada beberapa hal yang harus kita “raih” dengan uang. Pada zaman rosul-pun uang sudah dipergunakan dalam bentuk dirham dan dinar. Memang benar, terkadang financial menjadi semacam batu sandungan dalam pernikahan. Pelbagai macam kasus pernah kita dengar, salah satu yang terbaru adalah kasus penculikan anak oleh pembantunya sendiri, yang kemudian pembantu tersebut meminta tebusan berupa uang sebesar 250 juta. Setelah tertangkap dan di interogasi dia berkilah bahwa uang tersebut untuk kebutuhan menikah. Nauzubilah.

Meskipun terlihat begitu penting peranan uang, namun kita fokuskan diri pada pengharapan ridho Alloh. Biaya nikah (pendaftaran dan pembuatan surat nikah) dan mas kawin adalah hal utama, sedangkan pengadaan walimatul ursy adalah sunnah di bawahnya. Kesemuanya itu harus disesuaikan dengan kemampuan masing-masing dan juga harus dikomunikasikan dengan baik bersama orang tua kita. Tiada salah kita menabung sedari dini untuk kepentingan pernikahan kita 🙂

Hal keempat yang harus dipersiapkan sebelum menikah adalah Mental. Dari keempat faktor di atas, saya pikir faktor ini adalah faktor yang paling dominan. Faktor ini yang mengantarkan kita pada keberanian untuk melangkah, untuk berbicara dengan orang tua sendiri ataupun orang tua calon pendamping, faktor ini yang kemudian mengantarkan orang pada kedewasaan dalam berfikir, faktor yang menentukan apakah saya benar-benar mampu mengarungi bahtera rumah tangga atau menunggu tahun depan atau tahun depannya lagi. Inilah faktor mental yang di dalamnya berisikan keberanian, tanggung jawab, kedewasaan diri, tingkah laku, dan pengendalian diri.

Perlu digaris bawahi bahwa faktor mental ini harus dibarengi dengan ilmu. Karena tanpa ilmu yang ada hanya keberanian tanpa tahu resiko, tanggung jawab tanpa tahu arti, tua namun tak kunjung dewasa. Oleh karenanya tiada salah untuk sering bergabung dengan komunitas, belajar menyampaikan pendapat dan menghormati pendapat orang lain, membaca banyak referensi, ataupun sekedar “berkelana” atau merantau untuk sekedar membangkitkan keberanian diri 🙂

Hanya 4 hal itu? Ya, itu yang hari ini dapat saya sampaikan, esok kita sambung lagi di artikel “hal lain yang harus disiapkan sebelum menikah” 🙂

Apa yang Harus Dipersiapkan Sebelum Menikah

 

Leave a Reply